|
|
Udah lama g nulis di sini, kangen juga, siapa tau dapet hadiah dari Dul, hahahaha
2012
Film ini sebetulnya terbilang minim promosi. Promosi yang saya maksud di sini adalah iklan di bioskop, majalah atau bahkan televisi. Kebanyakan movigoer/moviefreak sudah mengetahuinya dari trailer yang bisa dilihat situs resminya : www.whowillsurvive2012 atau youtube, yang sudah beredar kurang lebih beberapa bulan lalu. Saya akui, trailernya dahsyat, semakin membuat penasaran seberapa seru film-nya
.
Tepat pada saat premiere kemarin, 13 November kemarin, saya beruntung mendapat tiket di bioskop kesayangan saya, Artha Gading XXI. Thanks to my hubby yang udah ngantri dari jam 11 siang
.
Suasana bioskop kemarin memang luar biasa, untuk ukuran sebuah film yang seperti saya sebut di atas : minim promosi ditambah lagi tanpa midnight di minggu sebelumnya. Tiket untuk semua pertunjukan habis terjual. Ckckckck ...
---------------------------
Secara singkat film ini menceritakan bumi yang sudah semakin menua. Induksi dari cahaya matahari membuat reaksi dari inti bumi semakin panas dan mengakibatkan reaksi fisika yang selama ini belum pernah terjadi, yaitu pergeseran lempeng kerak bumi.
Penelitian yang dilakukan dr. Adrian (Chiwetel Ejiosor) dari Bagian Sains AS, dibantu oleh sahabatnya dari India, Saman menunjukkan tanda-tanda yang semakin jelas sejak 2010. Diperkirakan akibat dari pergeseran lempeng tersebut akan menimbulkan bencana maha dahsyat pada tahun 2012, yang telah diprediksi oleh bangsa Maya kuno ribuan tahun lalu disebut sebagai End of Day / hari Kiamat.
Selama 2 tahun, pemerintah AS bersama 46 negara lain melakukan proyek rahasia, membangun bahtera sebagai pertahanan terakhir bagi manusia-manusia terpilih, apabila hari tersebut tiba. Manusia yang dipilih tentu saja berdasarkan kepandaiannya, namun sisanya adalah manusia-manusia super kaya yang bersedia membayar 1 milyar euro untuk 1 tiket.
Curtis (John Cussack) bersama keluarganya adalah keluarga biasa yang beruntung bisa masuk ke dalam bahtera karena berbagai kejadian ketidaksengajaan dan perjuangannya sendiri.
------------------
Ceritanya sendiri tidaklah terlalu istimewa, mirip dengan Titanic, dimana sisi kemanusiaan manusia harus diuji dalam situasi darurat, tentu saja selalu ada karakter egois dan penolong.
Patut diacungi jempol spesial efek yang menggambarkan gempa berkekuatan 10 SR, retakan daratan, letusan gunung merapi dan last but not least mega tsunami yang menenggelamkan separo benua yang ada di dunia.
Roland Emerich memang sepertinya memiliki obsesi sendiri mengenai akhir jaman, lihat saja The Day After Tommorrow yang memiliki cerita yang kurang lebih juga menceritakan bencana dahsyat karena fenomena alam.
Terlepas dari bahwa Kiamat merupakan rahasia Ilahi, dan belum tentu terjadi pada tahun 2012, film ini patut ditonton. Setidaknya, membuka wawasan kita, bahwa bukan tak mungkin bencana maha dahsyat bisa saja terjadi, mengingat belakangan banyak sekali terjadi bencana alam seperti gempa, tanah longsor, tsunami di seluruh belahan dunia.
Berhubung film ini berdurasi sekitar 2,5 jam, siapkan cemilan dan ke toilet-lah sebelum film dimulai. Sayang khan, kalau harus mondar-mandir pada saat film main
.

Facebook
Twitter
Digg
Del.icio.us
Yahoo
Technorati
Newsvine
Googlize this
ada ko video camnya yg dibb gw, cuma YMnya ...

Komentar