PintuNetter - One Stop Community!


Avatar
Damailah Bangsaku Tersenyumlah Pertiwiku
Kamis, 13 Agustus 2009 07:00
Ditulis oleh Eka Sulistyana
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
Hits

Secangkir kopi manis menemaniku ketika dalam kesendirian melihat acara televisi, perlahan kuhisap rokok kesayangan dan dengan perlahan asap keluar dari sela bibir, ach.. ada kenikmatan disana namun terasa begitu semu, ada kepuasan disana tapi ternyata hampa. Bukan karena rokoknya dan bukan karena kopi-nya. Namun karena berita yang tersaji ditelevisi yang terasa merubah suasana sore yang begitu indah. Dari sekian banyak tayangan televisi berisi tentang pemberitaan sama tentang Gugatan Pilpres dan Terorisme.  Dan pada hari Rabu 12 Agustus 2009 merupakan hari yang bersejarah.

Karena Putusan MK tentang Gugatan PILPRES dilaksanakan Mahkamah Konstitusi pada tanggal tersebut dan hasil test DNA tentang siapa misteri Mr. X yang tertembak Densus 88 di Temanggung Jawa Tengah diumumkan oleh POLRI.  Dimana keputusan Mahkamah Konstitusi menolak Gugatan Capres  nomor 1 dan nomor 3, sehingga PILPRES dimenangkan oleh Capres dan Cawapres nomor urut 2 sekali putaran. Yang tentunya menyisakan kekecewaan pada kubu yang kalah, walau kemudian kedua Pasangan Capres Cawapres yang kalah menerima keputusan Mahkamah Konstitusi namun terlihat belum begitu legowo.  Semoga se-iring waktu dengan jiwa kenegarawan beliau-beliau mampu bersinergi untuk membangun negeri ini secara bersama-sama. Bukan untuk saling menjatuhkan dan menjelekkan satu sama laian akan tetapi secara bersama-sama memadukan konsep dan program demi kemajuan bangsa. Amiin…

Kemudian siaran pers yang disampaikan POLRI terkait dengan misteri Mr. X juga telah jelas bahwa yang tertembak di Temanggung adalam Ibrohim dan bukan sang buronan nomor satu negeri ini  Noordin M. Top, satu catatan kesuksesan tersendiri bagi Densum 88 atas keberhasilan, meskipun kenyataannya bukan Noordin M. Top yang tewas, akan tetapi merupakan sebuah keberhasilan yang pantas memperoleh apresiasi dan penghargaan tinggi dari seluruh bangsa ini.  Terkait dengan hal-hal tersebut diatas, masih tersisa pekerjaan rumah yang begitu banyak untuk segera diselesaikan oleh bangsa ini.  Terutama masalah Terorisme yang sedikit banyak memberiak pengaruh psikis terhadap masyarakat. Tentunya hal ini merupakan masalah bersama dan harus diselesaikan secara bersama-sama pula, bukan hanya menjadi tanggungjawab dari satu atau dua gelintir golongan bahkan individu.

Sehingga untuk mengatasi Terorisme ini harus ada sinergi dari seluruh komponen bangsa ini, memang hal ini menjadi tanggungjawab POLRI sepenuhnya, akan tetapi tidak akan mencapai suatu tujuan yang sempurna dengan musnah-nya Terorisme di negeri ini tanpa adanya campur tangan dari semua pihak. Tidak cukup dengan teori diatas kertas dan mewacanakan dalam kemasan acara-acara di televisi dengan mendatangkan Narasumber dari berbagai  bidang pendidikan dan pekerjaan, namun yang terpenting adalah upaya-upaya apa yang harus diformulasikan dalam sebuah konsep untuk dapat dilaksanakan oleh semua komponen bangsa.

Pembentukan konseptual itupun harus dibuat secara bersama-sama dengan mensinergikan semua komponen yang ada mulai dari Kyai dan Tokok Agama, Pesantren, Pemerintah, TNI/POLRI, Tokoh Politik, Masyarakat, Pendidik, Pengamat, Peneliti hingga Mantan Teroris, untuk diduduk bersama dalam satu meja terkait dengan satu hal “Bagimana mengembalikan JATIDIRI bangsa Indonesia”, karena banyaknya faktor menyebabkan sebagian penduduk negeri ini kehilangan Pedoman dan Jatidiri bangsanya sehingga begitu mudah terpengaruh dan begitu setia-nya ketika disodori konsep yang begitu menyejukkan. Sebenarnya sudah jelas Pedoman Hidup, Karakter dan Jatidiri Bangsa ini, hanya saja pemahaman dan sosialisasi yang tidak dilaksanakan secara sistematis dan terarah menjadikan hal tersebut tidak tepat sasarannya.

Hanya sebuah harapan dari akan begitu damai dan indah negeri ini jika semua komponen dapat menyatu dalam sebuah kebersamaan dan satu wacana pemahaman dan pemikiran tentang JATIDIRI bangsa ini.  Dan semoga hal ini tidak hanya harapan dan cita-cita akan tetapi dapat menjadi nyata,  sehingga Teroris bisa enyah dari pertiwi tercinta.. damai bangsaku damai negeriku tersenyumlah pertiwiku

Demikian dan terima kasih.

 

Tulis Komentar


Kode pengaman
Segarkan

Member Online

None
[2012] Film Disaster Terdahsyat yang Pernah Saya Tonton
16/11/2009 | oline_79

Udah lama g nulis di sini, kangen juga, siapa tau dapet hadiah dari Dul, hahahaha

2012 Film ini sebetulnya terbilang minim promosi. Promosi yang saya  [ ... ]


Karena Saya Bingung Menentukan Judul
01/10/2009 | jing_hsu

Saya sempat ragu untuk membuka Pintunetter pada awalnya. Catatan kecil yang tersimpan di benak adalah tentang tampilan site ini yang lagi-lagi berubah [ ... ]


Artikel lain
Signup to Bukisa, Get Paid For Publishing your Knowledge!
Banner

Suara Konsumen

Uggh... Aahh... Bangun-bangun.. !!
28/07/2010 | Eka Sulistyana
article thumbnail


Tulisan Bebas

Hati-Hati Dicap Tidak Nasionalis Gara-Gara tidak Hapal Pancasila
18/08/2009 | Alid Abdul
article thumbnail

Hari kemerdekaan memang sudah lewat, tapi kan bulannya masih Agustus gitu. Jadi ingin nulis tentang ritual agustusan yang setiap tahun menjadi bulan yang ditunggu untuk meneriakkan kata “MERDEKA”  [ ... ]


Opini Produk

Blackberry Curve 8310..Tentang kurang lebihnya..
16/01/2009 | Anisa Adisti
article thumbnail

Okey, seperti janji saya pada Rina, maka saya akan berusaha ‘menelanjangi’ BB 8310 saya..Hehehe… Belakangan ini, fenomena pemakaian gadget Blackberry seolah-olah seperti dulu demam Nokia Sejuta [ ... ]


Review Film & Resensi Buku

[2012] Film Disaster Terdahsyat yang Pernah Saya Tonton
16/11/2009 | Maria Caroline
article thumbnail

Udah lama g nulis di sini, kangen juga, siapa tau dapet hadiah dari Dul, hahahaha

2012 Film ini sebetulnya terbilang minim promosi. Promosi yang saya maksud di sini adalah iklan di bioskop, majalah at [ ... ]


Copyright © 2010 PintuNetter - One Stop Community!. All Rights Reserved.
Home | About | Peraturan